Senin, 15 November 2010

SENI ARSITEKTUR DAYAK



A.                SEKILAS TENTANG DAYAK
            Dayak merupakan nama kolektif untuk demikian banyak suku asli di Kalimantan, yang sebagian besar menghuni daerah pedalaman. Daerah hilir atau daerah pantai yang mengitari mereka dihuni oleh orang Melayu, Banjar, Bugis, Jawa, Madura, dan lain-lain.

Kamis, 05 Februari 2009

EKSISTENSI
RUMAH PANJANG SAHAM
DALAM DUNIA PARIWISATA


Pendahuluan
Kalimantan, atau dahulu borneo dalam peta dunia hanya menyerupai titik kecil dalam ribuan pulau dan semenanjung yang tersebar diantara Asia Timur dan Australia. Kalimantan adalah pulau ketiga terbesar didunia setelah Greenland dan Irian (Papua). Luasnya hampir 750.000 km, jarak rentangnya lebih dari 1.300 km1

Selasa, 03 Februari 2009

  1. Judul
Pantak Suku Dayak Kanayatn dalam karya logam “

  1. Latar Belakang Penciptaan

Masyarakat Dayak tempo dulu memiliki kebiasaan dan tradisi untuk mengenang tokoh yang sudah meninggal dengan membuat Pantak. Pantak adalah sejenis patung kayu yang wajahnya secara simbolik menyerupai dengan tokoh dimaksud. Ada juga patung masyarakat Dayak Kanayatn yang mirip dengan pantak. Namun ia dibuat bukan berdasarkan tokoh. Ia umumnya dikenal dengan Nek Ampagok. Ampagok umumnya digunakan untuk meminta berkah selama proses tanam padi.
PERANAN MANDAU DALAM SENI KRIYA LOGAM DAN
PARIWISATA

  1. Latar Belakang

Dayak merupakan nama kolektif untuk kelompok suku asli di Kalimantan, yang sebagian besar menghuni daerah pedalaman. Daerah hilir atau daerah pantai yang mengitari mereka dihuni oleh orang Melayu, Banjar, Bugis, Jawa, Madura, Cina dan lain-lain.1
Mereka menyebut dirinya dengan kelompok yang berasal dari suatu daerah berdasarkan nama sungai, nama pahlawan, nama alam dan sebagainya. Misalnya suku Iban asal katanya dari ivan (dalam bahasa kayan, ivan = pengembara) demikian juga menurut sumber yang lainnya bahwa mereka menyebut dirinya dengan nama suku Batang Lupar, karena berasal dari sungai Batang Lupar, daerah perbatasan Kalimantan Barat dengan Serawak, Malaysia. Suku Mualang, diambil dari nama seorang tokoh yang disegani (Manok Sabung/algojo) di Tampun Juah dan nama tersebut diabadikan menjadi sebuah nama anak sungai Ketungau di daerah Kabupaten Sintang (karena suatu peristiwa) dan kemudian dijadikan nama suku Dayak Mualang. Dayak Bukit (Kanayatn/Ahe) berasal dari Bukit/gunung Bawang. Demikian juga asal usul Dayak Kayan, Kantuk, Tamambaloh, Kenyah, Benuag, Ngaju dan lain-lain, yang mempunyai latar belakang sejarah sendiri-sendiri.2
Suku Dayak mempunyai ciri dalam tradisi dan budayanya, salah satu yang paling terkenal adalah tradisi Mengayau (memengal kepala). Dalam tradisi ini, senjata yang digunakan secara kolektif yang ditemukan pada hampir seluruh sub suku Dayak adalah Mandau. Mandau adalah salah satu senjata yang berbentuk parang panjang yang ditempa secara tradisional dan memiliki ukiran-ukiran dibagian bilah yang tidak tajam.